Tujuan Organisasi, Penetapan Tujuan Serta Pengembangannya

Tujuan Organisasi

Tujuan Organisasi merupakan pernyataan tentang keadaaan atau situasi yang tidak terdapat sekarang tetapi untuk dicapai diwaktu yang akan datang melalui kegiatan-kegiatan organisasi Tujuan umum (tujuan strategic) yang dipilih akan menentukan kegiatan-kegiatan dan mengikat sumber daya – sumber daya untuk jangka waktu yang panjang. Tujuan khusus secara fungsional berdiri sendiri tetapi secara operasional terangkai dalam pemberian pedoman pencapaiannya.

Organisasi mempunyai tiga tujuan utama yang saling berhubungan. Tujuan tersebut adalah pertumbuhan, stabilitas, dan interaksi. Ketiga tujuan itu akan membedakan bentuk organisasi dengan tingkat kompleksitas yang berbeda-beda. Persamaan dalam tujuan-tujuan tersebut juga telah diteliti oleh para ahli sejalan dengan pengembangan teori sistem umum. Selain itu beberapa tujuan lain yakni:

    1. Mengatasi terbatasnya kemampuan, kemandirian dan sumber daya yang
      dimilikinya dalam mencapai tujuan.
    2. Mencapai tujuan secara lebih efektif dan efesien karena dilakukan
      bersama-sama
    3. Mengembangkan sumber daya dan tekhnologi bersama-sama.
    4. Wadah mendapatkan jabatan dan pembagian kerja.
    5. Wadah mengelola lingkungan bersama-sama.
    6. Wadah mencari keuntungan bersama-sama.
    7. Wadah menggunakan kekuasaan dan pengawasan (motif kekuasaan)
    8. Wadah mendapatkan penghargaan (motif penghargaan)
    9. Wadah menambah pergaulan.
    10. Wadah memanfaatkan waktu luang.

Dalam pencapaian tujuan terdapat beberapa tipe yang membantu proses penetapan tujuan. Kelima tipe tujuan dapat diperinci sebagai berikut :

    1. Tujuan Kemasyarakatan (social goals), masyarakat pada umumnya dan berkenan dengan kelas-kelas organisasi luas yang memenuhi kebutuhan-kebutuhan manusia.
    2. Tujuan Keluaran (output goals), publik dalam hubungannya dengan organisasi dan berkenaan dengan jenis-jenis keluaran tertentu dalam bentuk fungsi-fungsi konsumen.
    3. Tujuan Sistem (system goals), cara pelaksanaan fungsi organisasi tidak  tergantung pada barang atau jasa yang diproduksi. Contoh: Laba.
    4. Tujuan Product (product goals) atau tujuan karakteristik produk, karakteristik barang-barang atau jasa yang diproduksi.
    5. Tujuan Turunan (derived goals), yang digunakan untuk meletakkan kekuasaannya dalam pencapaian tujuan-tujuan.

Proses Penetapan Tujuan suatu Organisasi

Merupakan usaha untuk menciptakan nilai-nilai tertentu melalui berbagai kegiatan yang akan dilaksanakan organisasi. 6 Unsur dasar yang melatarbelakangi penetapannya adalah :

    1. Produk yang dihasilkan organisasi akan dapat memberikan berbagai manfaat
    2. Tujuan yang akan dibuat dapat memenuhi kebutuhan organisasi
    3. Teknologi yang digunakan dalam proses produksi akan menghasilkan barang dan jasa dengan biaya dan kualitas bersaing.
    4. Kerja keras dan dukungan seluruh sumber dayanya, sehingga organisasi dapat beroperasi dengan baik.
    5. Manajemen yang baik akan memberikan image yang menguntungkan, sehingga para individu didalam organisasi lebih termotivasi.
    6. Organisasi mempunyai konsep diri (self concept) yang dapat dikomunikasikan dan ditularkan kepada para staf organisasi.
Baca Juga:  Fungsi Organisasi Menurut Para Ahli Beserta Penerapannya

Langkah-langkah dalam penetapan tujuan. Seorang pemimpin atau manajer suatu organisasi harus mengikuti lima langkah berikut saat menetapkan tujuan.:

    1. Mereview misi atau tujuan organisasi misi adalah pernyataan yang luas yang memberikan panduan menyeluruh atas apa yang dianggap anggota organisasi itu penting. Manajer harus mereview misi sebelum menulis tujuan karena tujuan yang baik harus merefleksikan misi tersebut.
    2. Mengevaluasi sumber daya yang tersedia anda tidak ingin menetapkan tujuan yang tidak mungkin dicapai, berdasarkan sumber daya yang ada,walaupun tujuan harus menantang, namun tetap harus realistis. Jika sumber daya yang bekerja dengan anda tidak memungkinkan anda untuk mencapai tujuan, tidak peduli seberapa keras anda mencoba atau seberapa banyak usaha yang anda lakukan, anda tidak boleh menetapkan tujuan tersebut. Hal ini tidak ubahnya seperti seseorang dengan penghasilan tahunan $50.000 tanpan sumber penghasilan lainnya menetapkan tujuan untuk membangun portofolio investasi sebesar $ 1 juta dalam waktu tiga tahun. Tidak peduli seberapa keras ia mengerjakannya, hal tersebut tidak akan tercapai.
    3. Menentukan tujuan secara individu atau dengan masukan dengan pihak lain. Tujuan merefleksikan hasil yang di inginkan dan harus sejalan dengan misi organisasi serta dengan tujuan lainnya. Tujuan ini harus terukur dan spesifik, serta harus mencakup kerangka waktu untuk mencapainya.
    4. Menulis tujuan dan mengkomunikasikannya kepada semua yang perlu tahu. Menulis dan mengkomunikasikan tujuan memaksa orang untuk memikirkannyasecara mendalam. Menulis tujuan juga menjadi bukti nyata dari pentingnya mengerjakan sesuatu.
    5. Mereview hasil dan apakah tujuan telah tercapai, jika tujuan belum tercapai, gantilah bila diperlukan.

Setelah tujuan di tetapkan, di tulis, dan di komunikasikan, seorang manajer telah siap mengembangkan rencana mengejar tujuan tersebut.

Tujuan Pengembangan Organisasi

Menurut Miftah Thoha (2002:24-25) adapun tujuan pengembangan organisasi adalah untuk:

    • Meningkatkan kepercayaan dan dukungan diantara para anggota organisasi.
    • Meningkatkan kesadaran berkonfrontasi dengan masalah-masalah organisasi baik dalam kelompok ataupun diantara anggota-anggota kelompok.
    • Meningkatkan suatu lingkungan “kewenangan dalam tugas” yang didasarkan atas tugas pengetahuan dan ketrampilan.
    • Meningkatkan derajat keterbukanaan dalam berkomunikasi baik vertikan, horizontal maupun diagonal.
    • Meningkatkan tingkat kesemangatan dan kepuasan orang-orang yang ada di dalam organisasi.
    • Mendapatkan pemecahan yang sinergetik terhadap masalah-masalah yang mempunyai frekuensi besar.
    • Meningkatkan tingkat pertanggungjawaban pribadi dan kelompok baik di dalam pemecahan masalah maupun di dalam pelaksanaan.

Selanjutnya Abdul Azis Wahab:(2008) mengatakan: ”Tujuan organisasi berupaya untuk menyediakan peluang-peluang untuk menjadi “manusiawi” dan untuk meningkatkan pemahaman, partisipasi dan pengaruh. Salah satu tujuan pokoknya adalah mengintegrasi sasaran-sasaran  individual dam keorganisasian. Secara umum tujuan dari pengembangan organisasi adalah untuk menciptakan hubungan yang harmonis diantara para anggota organisasi, saling memahami tugas dan tanggung jawab, menumbuhkan rasa tanggungjawab dalam memecahkan setiap permasalahan, adanya keterbukaan serta meningkatkan semangat kerja. Berdasarkan buku Perilaku Keorganisasian disebutkan pula bahwa secara umum tujuan pengembangan organisasi adalah untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi dan kesehatan organisasi, dengan cara – cara sebagai berikut :

    • Meningkatkan keharmonisan hubungan kerja antara pimpinan dengan anggota organisasi lainnya.
    • Meningkatkan kemampuan memecahkan persoalan organisasi secara lebih transparan.
    • Peningkatan keterbukaan dalam berkomunikasi
    • Peningkatan semangat kerja para anggota oirganisasi dan juga kemampuan mengendalikan diri sendiri.

Meskipun pengembangan organisasi orientasinya bukan hanya kalangan manajer atau pegawai organisasi lainnya, tetapi kenyataannya lebih memberikan atensi pada tingkat analisis individu sehingga akan lebih memudahkan pencapaian tujuan organisasi.

Tyson dan Jackson ( 2001 ) menyimpulkan pengembangan organisasi meliputi hal – hal berikut:

    • Membuat diagnosa tentang apa yang dibutuhkan untuk memperbaiki efektifitas organisasi dan menentukan tujuan – tujuannya.
    • Mengembangkan strategi untuk mencapai tujuan
    • Mengembangkan aktivitas untuk melaksanakan strategi
    • Memastikan arus balik ke monitor dan mengevaluasi kemajuan
Artikel sebelumnyaTujuan Pendidikan Kewarganegaraan dan Ruang Lingkupnya
Artikel selanjutnyaDefinisi Administrasi Publik Menurut Ahli