Sejarah Akuntansi dan Perkembangan Akuntansi

Sejarah akuntansi dimulai sejak manusia mengenal hitungan uang dan menggunakan catatan. Pada abad XIV perhitungan rugi laba telah dilakukan pedagang-pedagang Genoa dengan cara menghitung harta yang ada pada akhir suatu pelayaran dan dibandingkan pada saat mereka berangkat. Tonggak sejarah akuntansi dimulai pada tahun 1494 pada saat Lucas Paciolo (Lukas dari Burgos) menerbitkan buku ilmu pasti yang berjudul “SumadeArilhmalica, ProportionietProportionaiita”. Dalam buku itu terdapat satu bab, berjudul ‘TractatusdeComputisetScriptorio” yang berisi cara-cara pembukuan menurut catatan berpasangan (double book keeping).

Sejarah Akuntansi Masa Renaisance (Gerakan Budaya)

Sistem tata buku berpasangan secara bertahap mulai muncul selama abad ke-13 dan ke-14 di beberapa pusat perdagangan di Italia bagian utara. Catatan pertama mengenai suatu sistem tata buku berpasangan yang lengkap ditemukan dalam catatan-catatan kota Genoa, Italia, untuk tahun 1340. Bagian-bagian sebelumnya ditemukan dalam catatan Giovanni Farolfi & Company, sebuah perusahaan dagang di Florence, tertanggal dari tahun 1299 – 1300, dan dalam catatan Rinieri Fini & Brothers, yang berdagang di pekan-pekan raya terkenal pada masa itu di daerah Champagne, Perancis.

Orang pertama yang mengkodifikasikan akuntansi adalah seorang rahib Francissca bernama Bruder Luca Pacioli. Dia menghabiskan sebagian besar hidupnya sebagai guru dan pelajar di Universitas-universitas Perugia, Florence, Pisa dan Bologna, dan mengakhiri hidupnya dengan mengajar Matematika di Universitas Roma. Buku yang ditulis Pacioli berjudul Summa de Arithmetica, Geometrica, Proportioni et Proportionalita. Buku ini muncul tahun 1494 di Venesia. Buku Summa ini terutama merupakan risalah mengenai Matematika. Akan tetapi juga mencakup dua bagian mengenai tata buku berpasangan yang disebut Particularis de Computis et Scripturis. Risalahnya merefleksikan praktik yang terjadi di di Venesia pada saat itu, yang dikenal dengan “Metode Venesia” atau “Metode Italia”. Sehingga dia tidak menemukan pembukuan berpasangan, tetapi menggambarkan sesuatu yang ada dalam praktik pada saat itu.

Debet, kredit, ayat jurnal, buku besar, akun, neraca saldo, dan laporan laba rugi semuanya berasal dari masa Renaisans. Debt, debtor, debenture, dan debit, misalnya, semua diturunkan dari kata dasar, debere, yaitu berhutang, yang disingkat menjadi dr yang dipakai dalam ayat jurnal. Kredit dari akar kata yang sama dengan kata creed yang berarti sesuatu yang dipercaya, seperti pernyataan kepercayaan agama kristen yang dikenal sebagai Apostles Creed. Kata itu dapat juga berarti orang yang dipercaya seseorang, seperti kreditor. Kata asalnya dalam bahasa latin adalah credere, yang disingkat cr yang digunakan dalam ayat jurnal.

Baca Juga:  Pengertian Akuntansi dan Tujuan Akuntansi

Tetapi mengapa Italia? Dan mengapa abad ke-14? Bagian berikut ini menceritakan suatu kisah yang aneh dan indah mengenai mengapa akuntansi pada akhirnya berkembang pada masa dan tempat tersebut. Dengan diceritakannya kisah ini akan segera terlihat bahwa akuntansi adalah produk dari banyak tangan dan banyak daerah. Sejarah akuntansi dengan cepat memperlihatkan bahwa kebudayaan kita sendiri hampir seluruhnya merupakan derivasi dari kebudayaan-kebudayaan lain.

Sejarah Akuntansi Peradaban awal

Sebagaian besar skenario mengakui bahwa sistem pencatatan telah ada dalam berbagai peradaban sejak kurang lebih 3000 SM. Diantaranya adalah peradaban Kaldea-Babilonia, Asiria, dan Samaria, yang merupakan pembentuk sistem pemerintahan pertama di dunia, pembentuk sistem bahasa tulisan tertua, dan pembuat catatan tertua. Peradaban Mesir, dimana para penulis membentuk poros tempat berputarnya seluruh mesin keuangan dan departemen. Peradaban Cina, dengan akuntansi pemerintahan yang memainkan peran kunci dan canggih Dinasti ChaO (1122-256 SM), sementara catatan mengenai kebudayaan yang canggih di India berasal dari tahun 2300 SM.

Peradaban Yunani, dimana Zenon, manajer estate Appolonius, memperkenalkan sistem akuntansi pertanggungjawaban yang luas pada tahun 256 SM. Peradaban Roma, dengan hukum yang menentukan bahwa pembayar pajak harus membuat laporan posisi keuangan dan dengan hak sipil yang tergantung pada tingkat kekayaan yang dinyatakan warga negara. Dalam tahun 332 SM Alexander Agung membangun kota Alexandria. Tempat didirikannya perpustakaan yang paling luar biasa dalam dunia kuno, yang menampung lebih dari 500.000 manuskrip.

Banyak catatan akuntansi berasal dari masa-masa yang sangat dini. Sistem akuntansi yang canggih tampaknya juga sudah ada di Cina sejak tahun 2000 SM.

Sejarah Akuntansi Peradaban Bangsa Arab

Serangkaian wahyu turun dimulai ketika menginjak usia 40 tahun pada malam 17 Ramadhan bertepatan dengan 6 Agustus 610 M. Sistem akuntansi juga sudah ada pada masa pemerintahan Rasulullah masih hidup sebagaimana telah diturunkannya wahyu Allah yang tercantum dalam Surat Al-Baqarah ayat 282. Yaitu “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu’amalah (seperti berjual-beli, berhutang piutang, atau sewa menyewa) tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya dengan benar, dan janganlah kamu jemu menulis hutang itu, baik kecil maupun besar sampai batas waktu membayarnya…”. Wahyu tersebut menunjukkan sudah adanya perintah untuk melakukan pencatatan/pembukuan dan adanya petugas pencatatnya (sekarang dapat disebut sebagai akuntan).

Dalam masa satu abad setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW, para pengikutnya telah menaklukkan sebagaian besar Afrika bagian Utara dan Timur Tengah, dan telah menembus Eropa. Tahun 765 para pemimpin Islam dari kekhalifaan Abbasiya, memindahkan ibu kota kerajaan Islam ke sebuah kota yang baru didirikan, yaitu Bagdad. Di kota itulah dibangun pusat ilmu pengetahuan yang terbesar dalam milenia pertama. Ke lembaga itulah orang-orang Arab membawa dari India salah satu penemuan terbesar dalam pemikiran manusia, yaitu konsep nol. Selain itu Musa Al-Khawarizmi, ahli matematika Arab terbesar dan ahli perpustakaan khalifah yang sakit, menulis bukunya Al-Jabr Wa’al Mugabala. Dari buku itulah kita menurunkan isitilah aljabar.

Baca Juga:  Teori Akuntansi dan Teori Akuntansi Positif

Pengetahuan ini tidak terbatas di Bagdad, tetapi menyebar menyeberangi pesisir Afrika menuju Spanyol, tempat khalifah Umayah yang terakhir melarikan diri. Orang-orang Arab, Yahudi, dan Kristen bekerjasama dalam damai di universitas-universitas di Kordoba, Sevilla, Malaga, dan Granada, dan menjadikan unversitas-universitas pusat intelektual Eropa. Tahun 1085 Spanyol jatuh ke tangan tentara Kristen dan tahun 1258 Bagdad jatuh ke tangan bangsa Mongol yang dipimpin oleh Kubilai Khan.

Sejarah Akuntansi Era Stagnasi

Dimulai pada akhir abad ke-15, kota-kota di Italia mulai menurun baik secara politis maupun sebagai pusat-pusat perdagangan. Dengan ditemukannya Dunia Baru dan dibukanya rute-rute perdagangan baru, pusat perniagaan pindah ke spanyol dan Portugis dan kemudian ke Antwerpen dan Belanda. Jadi wajar saja jika sistem tata buku berpasangan Italia menyebar ke negara-negara lain. Penulis seperti ahli matematika Belanda, Simon Stevin, Leyden tahun 1607. Hanya sedikit perubahan yang dilakukan pada teknik-teknik pembukuan tersebut, akan tetapi cara penulisannya mulai menampakkan perubahan.

Menurut Peragallo, dalam periode tahun 1458 sampai 1558 para penulis ingin mengemukakan mekanisme pembukuan seperti yang dikembangkan oleh dunia usaha. Dalam siklus kedua yang berlangsung dari tahun 1559 sampai tahun 1795, muncul kritik terhadap pembukuan. Dalam periode ini juga ayat berpasangan meluaskan bidang penerapannya pada jenis-jenis organisasi lain, seperti biaya dan negara. Dengan kritik dan meluasnya lingkup pembukuan, dimulailah penelitian teoritis ke dalam subjek ini. Ahli sejarah Raymond de roover menyebut periode dari tahun 1494 sampai tahun 1800 sebagai periode stagnasi untuk akuntansi.

Sejarah Akuntansi Era Eksplorasi

Era eksplorasi dipicu oleh besarnya kekuasaan kota-kota Italia yang menghalangi partispasi bagian Eropa selebihnya dalam perdagangan di Mediterania. Dalam tahun 1492, hanya dua tahun sebelum buku Pacioli terbit, Christhoper Columbus berlayar ke Barat dengan carrack Spanyol. Columbus dilahirkan di Genoa, tempat catatan akuntansi tertua yang kita ketahui. Dalam petualangannya ia ditemani oleh seorang Auditor yang ditunjuk oleh pengadilan Spanyol untuk mengawasi catatan pengeluaran Columbus bila ia mulai menghitung harga emas dan rempah yang akan ia kumpulkan.

Sejarah Akuntansi Revolusi Industri

Era Stagnasi diakhiri dengan perkembangan kedua dalam arti penting akuntansi dalam periode ini yaitu dimulainya Revolusi Industri. Sukar untuk menunjukkan satu tanggal yang pasti dimulainya revolusi ini atau untuk menelusuri penyebabnya yang pasti. Asal mulanya mungkin ketika di Inggris menghasilkan serangkaian panen yang baik dan permintaan akan barang-barang meningkat. Bangkitlah kegiatan manufaktur untuk memenuhi permintaan dan penemuan-penemuan mulai mengubah tempat kerja (dari pekerjaan tangan ke mesin-mesin). Modal yang lebih besar menjadi kebutuhan dan bank-bank bermunculan untuk membiayai kebutuhan itu.

Pada tahun 1800 ada 80 bank di London dan 400 bank di seluruh negeri itu. Pada tahun 1773 London Stock Exchange dibentuk dan tidak lama kemudian diikuti oleh New York Stock Exchange pada tahun 1792. Abad ke-19 dan awal abad ke-20 menjadi saksi ekspansi besar-besaran dalam industri, khususnya di Amerika Serikat dan Inggris. Perdagangan juga meluas dimana sebagian akibat dari doktrin dalam buku Wealth of Nation karya Adam Smith yang diterbitkan tahun 1776.

TINGGALKAN KOMENTAR

Tulis komentar!
Masukkan nama disini